counter

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 September 2014

Filter Air RO Membuat Air Siap Minum

On 19.33

Krisis air bersih membuat beberapa kalangan memilih menggunakan filter air. Manfaat penting dari filter air adalah kita dapat menggunakan air tanah di kawasan perumahan yang kita tempati, tanpa harus berlangganan air bersih setiap bulannya. Seiring dengan padatnya aktivitas manusia, banyak diciptakan hal-hal serba praktis. Begitu juga kaitannya dengan air. Tentunya akan lebih praktis jika mendapatkan air siap minum langsung dari keran rumah kita. Dengan teknologi yang bernama Reverse Osmosis (Osmosis Balik), kita dapat membuat air keran siap untuk diminum.

Teknologi Reverse Osmosis memiliki keuggulan yaitu kecepatannya dalam memperoleh air bersih dan sehat. Pada proses Reverse Osmosis, air dipaksa keluar lebih banyak. Terdapat membran semipermeabel yang mampu memisahkan partikel-partikel yang terlarut di dalam air. Hasil dari sistem Reverse Osmosis ini adalah air siap minum dan air zat terlarut berbahaya yang telah dipekatkan. Kita tidak bisa menjamin apakah air yang kita masak masih mengandung partikel-partikel berbahaya atau tidak. Untuk itu, alangkah lebih baiknya jika kita memanfaatkan teknologi ini untuk menjamin kesehatan air yang kita konsumsi.

 Filter Air RO Membuat Air Siap Minum
Untuk mengembangkan teknologi Reverse Osmosis diciptakanlah produk HYDRO Reverse Osmosis. HYDRO Reverse Osmosis mampu mengolah air siap minum. Partikel-partikel berbahaya yang terkandung di dalam air tanah maupun air PAM seperti logam-logam berat, zat kimia, partikel-partikel radioaktif, bakteri, virus, endapan dan partikel lainnya dapat tersaring, sehingga kita memperoleh air sehat siap minum. Dengan menggunakan HYDRO Reverse Osmosis, kita akan memperoleh air minum yang lebih berkualitas, menjadikan keluarga lebih sehat.

Kamis, 14 Agustus 2014

Apa Efeknya Terlalu Sering Makan Mi Instan?

On 02.25


 

KOMPAS.com — Semangkuk mi instan rebus dengan telur dan irisan cabai rawit memang godaan yang sulit ditolak. Tak heran jika mi instan termasuk dalam makanan siap saji yang paling banyak disukai. Namun, sebaiknya batasi konsumsinya.

Terlalu sering mengonsumsi mi intan, yakni sekitar 3 kali seminggu, akan meningkatkan risiko penyakit sindrom kardiometabolik. Kondisi ini bisa membuat seseorang berisiko tinggi terkena penyakit jantung, diabetes, dan stroke.

Penelitian tersebut dilakukan di Amerika Serikat dan dimuat dalam Journal of Nutrition. Menurut ketua peneliti, Dr Hyun Joon Shin, kebiasaan mengonsumsi mi instan lebih berdampak buruk pada kaum wanita.

Penelitian yang dilakukan Shin difokuskan di Korea Selatan karena mi instan dan juga ramen merupakan favorit orang Asia. Korea Selatan sendiri merupakan negara dengan konsumsi mi instan tertinggi di dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir ditemui peningkatan jumlah masalah kesehatan, terutama penyakit jantung dan banyaknya orang dewasa yang kegemukan. Atas dasar inilah Shin melakukan penelitian untuk mengetahui kaitan antara konsumsi mi dan kesehatan.

Mi instan, seperti halnya makanan yang diproses lainnya, mengandung garam yang tinggi. Pola makan tinggi mineral seperti ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Penelitian lain juga dilakukan oleh Braden Kuo, ahli kesehatan pencernaan dari Massachusetts General Hospital di Boston. Ia menggunakan kamera berukuran sangat kecil untuk melihat apa yang terjadi pada organ pencernaan setelah seseorang makan mi ramen instan.

Kebanyakan mi ramen instan, menurut Kuo, mengandung zat kimia tertiary-butyl hydroquinone (TBHQ), pengawet makanan yang merupakan produk biobutane, yang juga dipakai dalam industri minyak.

"Hal yang paling menarik dari percobaan ini adalah setelah satu atau dua jam, mi instan ramen tidak mudah dipecah oleh usus dibanding dengan mi ramen yang dibuat sendiri," katanya.



Sumber :
Editor :Lusia Kus Anna

Hindari Dehidrasi dan Pingsan dalam Perjalanan

On 02.04

 BOGOR, SABTU- Panasnya cuaca di sejumlah jalur antarkota di Pulau Jawa dalam masa arus balik Lebaran ini membuat pemudik yang akan kembali ke daerah asalnya mudah mengalami dehidrasi. Jika tak ditangani segera, dehidrasi dapat menyebabkan seseorang pingsan seketika.

Untuk itu, jika Anda berencana kembali ke daerah asal, sebelum perjalanan Anda harus menyiapkan air minum yang cukup untuk menyegarkan tubuh selama perjalanan. Jangan sempat kehabisan air minum dan jangan mengandalkan tukang jualan yang tidak pasti sepanjang perjalanan.

Namun, bagaimana jika salah satu anggota keluarga atau kerabat Anda pingsan seketika dalam perjalanan balik? Ada beberapa hal yang perlu Anda simak.

Berdasarkan tips pertolongan pertama PMI di Pos Pengamanan Lebaran Simpang Ciawi, umumnya orang pingsan mengalami pusing-pusing, mual dan perasaan limbung, pandangan berkunang-kunang dan telinga berdenging, merasa cemas, keringat dingin bercucuran dan denyut nadi melambat.

Jika gejala ini terjadi, upayakan berhenti sejenak dan mencari pos kesehatan terdekat yang biasanya dibangun bersama pos pengamanan polisi dalam arus balik Lebaran ini. Jika tidak ada, Anda bisa memberikan pertolongan pertama dalam beberapa langkah.

Pertama, baringkan penderita (tanpa bantal) dengan tungkai ditinggikan. Kemudian longgarkan pakaian dan beri ruang yang cukup agar penderita dapat menghirup udara segar.

Periksalah apakah ada kemungkinan cedera lainnya. Setelah itu, selimuti tubuh penderita supaya hangat. Bila penderrita telah pulih, usahakan penderita beristirahat beberapa menit. Namun, bila penderita tidak juga kunjung pulih, segera bawalah penderita ke Puskesmas atau ke rumah sakit terdekat.

 Penulis : Caroline Damanik

Mudik Cuaca Panas Bisa Dehidrasi, Hati-hati

On 01.57

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Ilustrasi kemacetan saat mudik.
TANGERANG, KOMPAS.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan, meningkatnya suhu udara di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dapat mengakibatkan para pemudik mengalami dehidrasi.

"Puncak suhu panas terjadi sebelum Idul Fitri 1430 Hijriah sehingga masyarakat yang melakukan mudik bisa terancam dehidrasi," ujar Kepala Analisis BMKG Wilayah II Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, Abdul Kohir di Tangerang.

Abdul mengatakan, suhu udara di Jabodetabek terus meningkat, dari 33,2 derajat Celcius naik menjadi 33,5 derajat Celcius. "Agak panas, tetapi tidak membahayakan. Namun, suhu udara panas bisa menyebabkan dehidrasi," kata Abdul.

Mendekati H-7 Lebaran, terik matahari di Jabodetabek akan terasa lebih panas dari dua minggu sebelumnya. Kenaikan suhu udara disebabkan pengaruh El Nino di Pasifik bagian tengah dan barat sehingga memicu timbulnya suhu panas di sekitar Jabodetabek.

"Efek El Nino sampai saat ini masih tetap ada, selain menyebabkan kekeringan, pengaruhnya juga seperti panas yang kita rasakan saat ini," ujar Abdul.

Pemudik kemungkinan lebih memilih melakukan perjalanan jauh malam hari ketimbang siang hari dengan kondisi cuaca yang bertolak belakang. "Suhu panas seperti ini berangsur-angsur akan berakhir pada akhir September," katanya.

Udara panas ditambah embusan udara dengan kecepatan tinggi mengakibatkan ruas jalan penuh debu beterbangan. Karena itu, Abdul meminta masyarakat tetap menjaga kesehatan selama perjalanan mudik.

Sumber :Antara

46 persen Penduduk Indonesia Dehidrasi

On 01.52

 
KOMPAS.com - Istilah dehidrasi sebenarnya sudah tak asing lagi, namun kondisi ini sering disepelekan. Padahal sebenarnya dehidrasi cukup berbahaya, pada tingkat yang berat dehidrasi bisa menyebabkan kematian. Berdasarkan studi terkini 46,1 persen orang Indonesia mengalami dehidrasi ringan.

Hal tersebut dipaparkan oleh Prof. Dr.Ir.Hardinsyah dalam laporan hasil penelitian The Indonesian Regional Hydration Study (THIRST). Penelitian tersebut merupakan hasil kerjasama tiga universitas di Indonesia, yaitu Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Pasca Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanudin, Makasar, serta Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Surabaya.

Dehidrasi, yang berarti kekurangan cairan tubuh karena jumlah cairan yang keluar lebih banyak daripada jumlah cairan yang masuk, ini bisa menyerang siapa saja, dari anak kecil hingga orang tua.

Dehidrasi terbagi dalam tiga jenis, yaitu dehidrasi ringan (jika penurunan cairan tubuh 1-2 persen dari berat badan), dehidrasi sedang (jika penurunan cairan tubuh antara 5-10 persen dari berat badan), dan dehidrasi berat (jika penurunan cairan tubuh lebih dari 10 persen dari berat badan).

Dehidrasi dapat mengakibatkan gangguan dalam fungsi otak, seperti menurunnya konsentrasi dan kemampuan berpikir di samping secara fisik dapat menurunkan stamina dan produktivitas kerja. "Kekurangan air satu persen saja sudah bisa menyebabkan gangguan mengingat," kata Prof.Dr.Hardinsyah.

Dalam survei yang dilakukan di enam kota yang terletak di dataran tinggi dan dataran rendah di Indonesia, yaitu Jakarta, Lembang, Surabaya, Malang, Makasar, dan Malino, yang melibatkan 1.200 responden berusia 15-55 tahun diketahui 46,1 persen mengalami dehidrasi dengan persentasi remaja lebih besar, yakni sekitar 49,5 persen. Persentasenya juga lebih tinggi pada penduduk yang tinggal di dataran rendah seperti Jakarta, Surabaya dan Makasar.

Usia remaja memang lebih mudah terkena dehidrasi karena pada usia ini umumnya mereka senang melakukan berbagai aktivitas fisik yang tentu menguras tenaga dan juga cairan tubuh. Selain itu 46-82 persen responden menjawab tak mengerti guna air bagi tubuh serta gejala dan akibat dehidrasi.

Menurut Hardinsyah, selain pengetahuan tentang air minum, kurangnya akses terhadap air minum yang aman dan bermutu serta faktor lingkungan ikut memperburuk tingkat dehidrasi. "Banyak anak-anak yang malas minum karena di sekolah mereka tak tersedia toilet yang bersih sehingga mereka bingung bila harus buang air kecil," paparnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Prof Hardinsyah mengatakan peningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku masyarakat dalam mengonsumsi air perlu dilakukan. "Pemerintah bisa bekerja sama dengan pihak swasta lewat program tanggung jawab sosial (CSR) untuk melakukan edukasi serta menyediakan toilet yang bersih di sekolah-sekolah," katanya.

Sebenarnya pemerintah melalui Pedoman Umum Gizi Seimbang sudah menyertakan pentingnya air minum sebagai bagian dari kecukupan gizi untuk tubuh sehat. Sayangnya hal tersebut kurang disosialisasikan. "Manusia membutuhkan air lebih banyak dari makanan," kata Prof.Hardinsyah.

Jumlah air yang dibutuhkan tubuh sangat bervariasi tergangung pada berat badan, kebutuhan energi, tingkat aktivitas, jenis kelamin, serta lingkungan. Bila diumpamakan kebutuhan energi remaja dan dewasa sekitar 1.800-3.000 kilo kalori, maka seseorang membutuhkan air sekitar 1,8 - 3 liter air per hari. Karena sepertiga konsumsi air tubuh kita juga diperoleh dari makanan, maka konsumsi air dari minuman adalah sekitar 2 liter per hari.

Editor :wsn

Kurang Air Ganggu Fungsi Otak dan Turunkan Stamina

On 01.46

 
KOMPAS.com - Dehidrasi dapat menimbulkan gangguan dalam fungsi otak dan kemampuan berpikir, serta menurunnya stamina tubuh.

Menurut Dr.dr. Parlindungan Siregar, Sp.PD, KGH, dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, dalam jangka panjang, dehidrasi juga bisa menyebabkan infeksi saluran kemih dan terjadinya batu ginjal.

"Meski belum diketahu secara pasti penyebab batu ginjal, namun kemungkinannya adalah urin terlalu pekat dan zat-zat yang ada dalam urin membentuk kristal batu," papar dr.Parlindungan. Penyebab lainnya adalah infeksi, peningkatan kadar asam urat, kerusakan metabolisme, dan lain sebagainya.

Sebenarnya penyakit yang berkaitan dengan kurangnya cairan, seperti infeksi batu ginjal, infeksi saluran kemih, atau dehidrasi dapat dicegah, yakni dengan cukup minum air putih, seperti salah satu pesan Gizi Seimbang yang direkomendasikan Depkes.

Editor :Abd

Banyak Anak Kekurangan Minum

On 01.40

 

KOMPAS.com — Air merupakan unsur yang vital bagi tubuh. Sayangnya, air sering kurang diperhitungkan dalam asupan sehari-hari. Padahal kekurangan cairan atau dehidrasi bisa menyebabkan gangguan kesehatan serius, termasuk untuk anak-anak.

"Dehidrasi ringan tidak hanya mengganggu fungsi tubuh, tapi juga mengganggu psikologis. Kekurangan cairan dalam skala ringan akan menyebabkan kelelahan, otot menjadi lemah, sakit kepala, dan mulut kering," kata Samantha Heller, ahli nutrisi klinis dari Center for Cancer Care, Amerika Serikat.
Gangguan konsentrasi dan ketidakstabilan mood juga terkait dengan kekurangan cairan dalam tubuh. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa jika kandungan air dalam organ tubuh menurun, maka fungsi organ berkurang dan tubuh mudah terpapar virus atau bakteri.

Dalam penelitian yang dimuat dalam American Journal of Clinical Nutrition ditemukan bahwa hanya 15-60 persen anak laki-laki dan 10-54 anak perempuan di Amerika Serikat yang minum air putih sesuai yang direkomendasikan.

Kekurangan cairan pada anak antara lain karena mereka lebih memilih minuman manis daripada air putih. Yang menarik, penelitian menunjukkan, anak-anak yang cukup minum air putih justru lebih sedikit mengonsumsi minuman manis.

Heller mengatakan, 55-75 persen berat tubuh kita terdiri dari air. "Kita tidak bisa hidup tanpa air lebih dari beberapa hari karena tubuh kita tidak bisa menyimpan air sehingga kita perlu mengganti cairan yang hilang dari tubuh setiap harinya," katanya.

Anak harus diberi air putih minimal 8 gelas setiap hari. Kebutuhan cairan anak juga disesuaikan dengan aktivitasnya. Beri lebih banyak cairan bila anak aktif bergerak. Jangan tunggu sampai anak merasa haus untuk memberinya minum.

Sumber :HealthDay News

Cara Mudah Menguji Kualitas Air Anda

On 01.27

CiriCara.com – Air merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia sehingga diperlukan pengelolaan kualitas air agar air yang dikonsumsi tidak menimbulkan gangguan kesehatan. Meminum 8 gelas air per harinya, metabolisme dalam tubuh manusia bisa berlangsung dengan lancar. Tapi, jika kekurangan air akan berakibat terjadinya dehidrasi bahkan kematian.

Dilansir Analisadaily.com, Kepala Laboratorium PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara, Ir Syafrita Oktalina Siregar, MM mengatakan bahwa air yang sehat harus memenuhi syarat fisik, kimia, dan mikrobiologi. Secara fisik, air yang sehat adalah berwarna jernih, tidak berbau, dan tidak berasa. Secara kimia, air yang sehat adalah kadar pH-nya netral dan kandungan mineral-mineral tertentu memenuhi batasan syarat mutunya. Sedangkan, secara mikrobiologi, air yang sehat adalah tidak mengandung mikroba penyebab penyakit, seperti bakteri E.coli yang bisa mengakibatkan diare dan salmonela. Kedua bakteri ini biasanya terdapat dalam kotoran atau tinja manusia.

Lalu, apakah air yang Anda konsumsi sehat? Untuk menguji kualitasnya, seperti warna dan baunya bisa langsung dideteksi dengan panca indera. Namun, ketahuilah bahwa air yang jernih dan tidak berbau itu belum tentu aman Anda konsumsi. Untuk itu, Anda perlu menguji kualitas air minum tersebut.

Untuk menguji kualitas air bisa dilakukan di laboratorium dan rumah. Jika Anda Anda ingin menguji kualitas air minum di rumah, maka sangatlah mudah. Bagaimana caranya? Untuk itu, mari Anda simak cara berikut ini:

Cara Pertama:

Campurkan air dengan teh. Anda bisa mengisi setengah segelas air yang akan diperiksa dan dicampurkan dengan setengah gelas air teh. Lalu, diamkan dalam keadaan gelas terbuka selama satu malam. Setelah itu, Anda bisa melihatnya dengan panca indera, apakah ada perubahan warna, terdapat lendiran, dan ada lapisan seperti minyak di permukaan.

Semakin cepat perubahan yang terjadi pada air teh, semakin tinggi juga kandungan kimiawinya. Jika perubahannya lambat atau baru berubah setelah pengamatan satu malam, maka kandungan kimiawinya sedikit tapi kurang baik bila dikonsumsi. Tapi Anda bisa menggunakannya untuk keperluan lain, seperti mandi atau menyiram tanaman. Air yang mengandung logam tinggi bisa terlihat jika air teh berubah warna menjadi hitam, ungu, atau biri. Namun, jika tidak berubah warna, maka secara kimia kualitas air itu baiki.

Cara Kedua:

Cara kedua yaitu, air yang diuji dimasukkan ke dalam gelas kemudian ditutup. Lalu, Anda bisa membiarkannya selama 5 hari. Setelah itu, Anda bisa melihatnya apakah ada perubahan warna atau tidak. Jika warna air berubah atau ada gumpalan warna putih atau hijau, maka air tersebut kurang baik secara biologis. Air yang baik akan tetap jernih meskipun disimpan selama 5 hari. Semakin cepat terjadinya perubahan warna atau adanya gumpalan, semakin tinggi kadar mikro organisme atau bakteri berbahaya yang ada di dalam air tersebut.

Itulah cara yang bisa Anda lakukan di rumah untuk menguji kualitas air minum. Bagaimana, Anda mau menguji kualitas air minum di rumah?  Jika air anda bermasalah, segera hubungi PT HYDRO water technology untuk mendapatkan solusinya. Pin BB 27CBA436 Telp 081380619948

Sumber: ciricara.com

Tips Menjaga Kebersihan Air Minum

On 01.09


Meskipun pasaran banyak kemasan air sekali minum, tapi botol air minum tetap memiliki penggemarnya sendiri. Cara menjaga kebersihannya dengan mencucinya setiap hari. Selain itu, dalam memilih botol air yang bisa dipakai berulang hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya untuk berolahraga, bersepeda, atau hanya diletakkan di meja kerja.

Sesuaikan pula dengan kebiasaan Anda minum, misalnya melalui sedotan, ditenggak langsung, atau dituang dulu ke dalam gelas.

Sekali Anda memilih botol air dipakai ulang, menjaganya tetap bersih sangat penting untuk kesehatan, terutama untuk kita yang tinggal di tempat dengan kelembaban tinggi dimana bakteri lebih mudah tumbuh.

Bakteri sangat mudah berkembang biak pada botol air yang ditinggalkan di dalam mobil, minuman jus atau sport drink yang masih sedikit tersisa dan dibiarkan tergeletak beberapa waktu, atau tempat air yang disimpan di dalam tas berisi pakaian bekas olahraga.

“Harus diingat bahwa botol air sama seperti piring, gelas, serta peralatan makan lainnya di rumah. Mereka semua harus dibersihkan,” kata Dr.Georges Benjamin, kepala American Public Health Association di Washington D.C, AS.

Agar kebersihan botol minum tetap terjaga, maka gunakan air bersih untuk mencucinya. Jika air anda bermasalah, segera hubungi HYDRO water technology.
HYDRO for better human life.

Air Minum Jangan Kurang Tapi Tidak Berlebihan

On 01.01


Kita pasti sudah tahu kalau air merupakan komponen utama dalam tubuh manusia. Tidak ada satu pun reaksi kimia dalam tubuh dapat berlangsung tanpa adanya air. Itu sebabnya kekurangan air bisa membuat metabolisme dalam tubuh terganggu.

Untuk menjaga kesehatan, para ahli gizi menganjurkan kita untuk minum 8 gelas sehari atau sekitar dua liter. Banyak sedikitnya jumlah air minum yang harus kita konsumsi tergantung pada jenis aktivitas dan suhu lingkungan.

Bila Anda termasuk orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan, kebutuhan air Anda tentu lebih banyak dibanding orang yang bekerja di ruangan ber-AC. Pekerja di lingkungan panas membutuhkan air sekitar 6 liter per hari.

Menurut dr.Parlindungan Siregar, Sp.PD-KGH, asupan air bagi tubuh ada aturannya, tidak boleh kurang juga tidak boleh terlalu banyak, terutama untuk mereka yang menderita penyakit gagal ginjal.

“Penyakit gangguan ginjal bisa berdampak pada asupan air minum. Pasien ginjal tidak boleh minum banyak air, jumlah maksimalnya adalah volume urin ditambah 500 ml, atau sekitar seliter setiap hari,” papar dokter dari Divisi Ginjal Hipertensi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM Jakarta.
Pasien penyakit ginjal kronik stadium 2 dan 3 dianjurkan untuk berhati-hati mengonsumsi air dalam jumlah besar karena stadium ini cenderung mudah masuk dalam keadaan kelebihan cairan. Ciri kelebihan cairan adalah bengkak pada tubuh.

Ditambahkan oleh dr.Parlin, asupan air yang berlebih juga tidak dianjurkan di usia lanjut. Keadaan ini bisa menimbulkan hiponatremia yang bila berat dapat menurunkan kesadaran, kejang, bahkan kematian.
“Asupan air optimal pada orang lanjut usia adalah sebanyak seliter per hari. Namun perlu diketahui juga para lansia ini kepekaan rasa hausnya berkurang, sehingga mereka bisa tidak minum seharian tanpa merasa haus,” paparnya.

Sementara itu pada orang yang sehat, sampai saat ini belum ada data tentang batas atas kebutuhan air pada orang sehat. Efek samping yang mungkin timbul akibat minum air dalam jumlah terlalu banyak adalah bolak-balik ke toilet atau timbul rasa mual.

Jadi, minum air putih yang baik adalah 2 liter dalam 24 jam. Pada jumlah ini, organ tubuh tak kewalahan mengolah cairan dan kita tetap merasa segar serta terhindar dari dehidrasi.

Agar semakin sehat dan semangat, mari kita konsumsi air yang sehat dan berkualitas untuk hidup kita.
Jika air anda bermasalah, segera hubungi HYDRO. Hydro for better human life

Haus? Jangan di Sepelekan!

On 00.51


Tahukah kamu, bahwa rasa haus merupakan pertanda bahwa Anda sudah mengalami dehidrasi dan ini merupakan sinyal tubuh mengalami defisit cairan. Perlu diketahui tubuh merasakan haus lebih dari yang terasa di lidah. Karena itu, tak perlu menunggu sampai muncul rasa haus baru kita minum.
Rasanya tidak ada yang menyangkal peran air bagi tubuh. Seluruh bagian tubuh manusia selalu membutuhkan air dalam segala aktivitasnya, termasuk saat tidur. Pada manusia dewasa, sekitar 60-70 persen tubuhnya terdiri dari air, sementara pada bayi dan anak 80 persen tubuhnya terdiri dari air. Akan tetapi, tak banyak orang yang memperhatikan berapa liter air minum segar tanpa campuran apa pun yang sudah dikonsumsi dalam 24 jam.

Menurut Prof.Dr.Ir.Hardinsyah, Ahli Gizi dan Pangan dari Institut Pertanian Bogor, jumlah air yang dibutuhkan tubuh sangat bervariasi tergantung makanan yang dikonsumsi, suhu dan kelembaban lingungan, tingkat aktivitas, dan faktor lain. “Jumlah yang dikonsumsi harus seimbang dengan jumlah air yang dikeluarkan tubuh,” katanya.

Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2-2,5 liter (8-10 gelas) per hari. Jumlah kebutuhan ini sudah termasuk asupan dari air minum dan makanan. Sementara itu jumlah air yang dikeluarkan tubuh (melalui air seni, keringat, tinja, dan napas) sekitar satu liter per hari, tergantung suhu udara sekitar. Cairan tubuh juga akan lebih banyak keluar bila kita melakukan aktivitas yang lebih keras, seperti olahraga.
Bila tubuh kehilangan air lebih banyak dibandingkan dengan asupannya, akan terjadi dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi adalah rasa haus, air seni sedikit dan pekat, jumlah keringat sedikit, mulut kering, tubuh lemas, hingga kulit yang kehilangan kekenyalannya.

Pada tingkat yang lebih berat, tanda-tanda dehidrasi yang muncul akan lebih banyak lagi. Yaitu mata menjadi cekung, kulit pucat, ujung-ujung jari menjadi dingin karena aliran darah ke kapiler ini berkurang, dan denyut nadi melonjak dari cepat sekali menjadi lambat. Secara psikologis penderita juga menjadi apatis dan kesadarannya perlahan-lahan menurun.

“Kekurangan dua persen air tubuh bisa memicu gejala awal dehidrasi. Kehilangan 4-6 persen menimbulkan sakit kepala, pusing dan lemah. Bila sampai 12 persen hilang, fungsi gerak dan otot terganggu, sedangkan kekurangan air sebanyak 15-25 persen dapat berakibat fatal, sampai kematian,” papar Hardinsyah.

Contoh konkret tentang bahaya kekurangan air bisa dilihat pada banyaknya jemaah haji yang meninggal lemas atau kehilangan kesadaran sehingga meninggal walau sebelumnya mereka tidak punya penyakit berarti. Pada umumnya mereka tidak siap dengan kondisi tanah suci yang panas dan kering yang memudahkan penguapan air tubuh.

Yang terjadi saat tubuh kekurangan air adalah sel-sel kekurangan energi siap pakai. Pakar air bagi kesehatan, Dr.F.Batmanghelidj, mengatakan, tubuh terdiri dari triliunan sel yang bahan dasarnya air, maka kekurangan pembentuk dasar (air) dari sel tersebut identik dengan kekacuan fungsi organ-organ tubuh.

Remaja Lebih Rawan Dehidrasi

On 00.42


Jika dilihat dari perbandingan aktivitas, maka remajalah yang paling mudah terkena dehidrasi. Hal itu dikarenakan remaja umumnya banyak melakukan berbagai kegiatan, hingga aktivitas fisik pun meningkat drastis. Kegiatan-kegiatan tersebut menguras tenaga dan juga cairan tubuh.
Hal tersebut terbukti lewat penelitian The Indonesian Regional Hydration Study (THIRST) di tahun 2009 yang dipimpin Hardinsyah bekerjasama dengan tiga perguruan tinggi di Indonesia, yaitu IPB, Universitas Airlangga Surabaya, dan Universitas Hasanudin Makasar. Penelitian dilakukan di dataran tinggi dan rendah di beberapa kota di Indonesia, yakni Jakarta, Surabaya, Makasar, Lembang, Malang, dan Malino.

Hasil penelitian menunjukkan, 46 persen dari 1200 remaja dan dewasa yang diteliti mengalami dehidrasi ringan. Jumlah remaja yang mengalami dehidrasi ringan lebih tinggi (49,5 persen) dibandingkan dewasa (42,5 persen). “Selain banyak aktivitas, umumnya para remaja malas minum karena di sekolah mereka tidak terdapat toilet yang bersih,” katanya.
Sedihnya, mayoritas responden (lebih dari 50 persen) mengaku tidak tahu guna air bagi tubuh dan tidak paham gejala dan akibat dehidrasi. Mereka hanya tahu rasa haus berarti kurang minum. Untuk masalah menahan pipis, semakin lama air seni ditahan, maka jumlah kotoran yang terkandung di dalamnya akan semakin banyak. Lama kelamaan ini bisa memicu berbagai penyakit, seperti infeksi saluran kemih atau batu saluran kemih.

Oleh sebab itu, selalu menyediakan waktu untuk minum air secukupnya demi menghindari bahaya dehidrasi, bahkan jauh sebelum tubuh mengirim sinyal peringatan berupa rasa haus. Selain itu, perlu diperhatikan juga bahwa yang dibutuhkan tubuh adalah air murni karena sifatnya yang mampu melewati batasan-batasan dan tidak diisi oleh zat lain yang memberi pengaruh bagi tubuh, seperti gula, kafein, pewarna, atau pemanis.

Jadi sebaai remaja, ada baiknya mengonsumsi air putih dengan jumlah yang cukup agar tidak terkena dehidrasi. Jika air kamu bermasalah, segera hubungi PT HYDRO water technology Pin BB 27CBA436 Telp 0813 80619948

Benarkah Kurang Minum Dapat Menyebabkan Sakit Ginjal?

On 00.34

tipskesehatan.web.id


Kita pasti seing mendengar ungkapan : “Jangan lupa minum air yang cukup biar tidak sakit ginjal”. Ungkapan tersebut mungkin sering kita dengar. Padahal, sebenarnya nasihat tersebut kurang tepat. Sebenarnya, dehidrasi akibat asupan air yang kurang memang dapat menimbulkan masalah kesehatan. Akan tetapi menurut dr.Parlindungan Siregar, Sp.PD, KGH dari Divisi Ginjal Hipertensi FKUI/RSCM, pada orang sehat dan fungsi ginjalnya normal, dehidrasi tidak akan berpengaruh pada ginjal.

“Jika dehidrasi ringan atau kekurangan cairan tiga persen, yang terpengaruh mungkin hanya fungsi kognitifnya saja, seperti jadi sulit berkonsentrasi. Tapi pada orang yang memang sudah mengalami gangguan ginjal, dehidrasi ringan akan menyebabkan gangguan ginjalnya menjadi berat,” ungkap dokter dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSCM ini. Sementara itu, pada kasus dehidrasi berat atau kekurangan cairan sampai 10 persen, efeknya pada tubuh meliputi tekanan darah menurun. “Pasien yang muntaber dan mengalami dehidrasi juga bisa mengalami gangguan ginjal akut jika tidak langsung ditangani,” paparnya.

Ia menambahkan, konsumsi cairan pada orang yang sehat tidak boleh kekurangan, tapi juga tidak boleh berlebihan. “Tergantung pada aktivitasnya, tapi rata-rata kita butuh dua liter air setiap hari,” imbuhnya. Sementara itu pada orang yang sudah menderita gangguan ginjal, asupan airnya dibatasi. “Pada gangguan ginjal akut, volume cairan yang diperbolehkan adalah sebanyak volume urin sehari ditambah 500 mL, jadi sekitar seliter air sehari,” katanya.

sumber : helath.kompas.com
gambar : tipskesehatan.web.id

Jangan Abaikan Dehidrasi!

On 00.30

gal525685545


sumber foto : hidayatullah.com


Kita semua pasti mengetahui kalau air begitu penting bagi tubuh. Namun sayangnya, sering kali unsur sumber kehidupan itu terlupakan atau kurang diperhitungkan dalam asupan sehari-hari. Bambang (50), warga Kampung Baru, Jakarta Utara, ketika ditanya berapa banyak air putih/murni yang diminumnya sehari-hari, langsung terdiam, berpikir. Indira Permanasari
Tidak tahu pasti, sih. Biasanya, saya minum tergantung kondisi badan saja. Kalau sakit, minumnya lebih banyak,” ujar Bambang.

Warga lainnya, Yaniati (38), melontarkan jawaban senada. ”Saya biasanya minum kalau sedang haus. Biar enggak seret tenggorokan,” ujarnya. Bagi Yaniati, air lebih sebagai pelengkap makanan. Kedua warga itu mengaku tidak kesulitan mendapatkan air minum. Mereka membeli air isi ulang Rp 3.500/galon.

Kurang diperhitungkannya konsumsi air itu tecermin dalam penelitian The Indonesian Hydration Study (Thirst). Ditemukan, 46 persen remaja dan orang dewasa mengalami dehidrasi ringan atau kekurangan air tubuh. Makin ke bagian timur Indonesia, kondisinya semakin parah lantaran akses terhadap air bersih terbatas. Penelitian dilakukan pada urine di laboratorium dari 1.200 sampel di Jakarta, Lembang, Surabaya, Malang, Makassar, dan Malino.

Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, sekaligus peneliti Thirst, Prof Hardinsyah, berpendapat, masyarakat kerap tidak tahu pentingnya konsumsi air. ”Permasalahan lain, ada kesulitan akses pada air secara fisik dan ekonomi. Kondisi alam, dan minimnya infrastruktur memengaruhi akses air bersih,” ujarnya dalam Simposium bertajuk ”Hydration and Health” yang diadakan Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) akhir Maret lalu.

Berdasarkan data Departemen Pekerjaan Umum, pelayanan air minum melalui perpipaan di kota besar 45 persen, di desa 10 persen, dan secara nasional 24 persen. Biasanya masyarakat mendapat air dari sumur bor yang tercemar karena lingkungan perumahan padat atau membeli air gerobak/jeriken yang mahal. (Kompas, 20 Maret 2009).

Padahal, air sangat penting bagi tubuh. Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air. Kandungan air dalam tubuh bayi baru lahir 80 persen, pada tubuh orang dewasa normal 70 persen, dan orang lanjut usia 50 persen. Bahkan, kandungan air dalam janin 100 persen. Organ-organ tubuh pun sarat dengan air. Kandungan air dalam organ tubuh, seperti otak, ginjal, jantung, dan paru-paru, masing-masing berkisar 70-80 persen. Tak mengherankan jika air sangat penting bagi tubuh. Semua sistem tubuh bergantung pada air. Tanpa air, reaksi biologi dalam tubuh tak dapat terlaksana. Tubuh tidak dapat memproduksi air sendiri secara memadai lewat metabolisme, yakni hanya sekitar 20 persen sehingga membutuhkan asupan dari luar.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) Rachmi Untoro mengatakan, secara umum air bermanfaat untuk mengatur suhu tubuh, melumasi sendi, melembapkan jaringan mukosa (mulut, mata, dan hidung), meringankan beban ginjal, dan membawa zat gizi.

sumber artikel : health.kompas.com

Mari Menjaga Keseimbangan Air

On 00.27

tipskesehatan.web.id
Ternyata, tubuh manusia cukup cerdas dalam menjaga keseimbangan air.  Rasa haus, misalnya, merupakan mekanisme alami mempertahankan asupan air dalam tubuh. ”Pada saat haus, sebetulnya tubuh sudah kadung kekurangan air. Minumlah sebelum merasa haus,” ujar Hardinsyah.
Agar kebutuhan tubuh akan air (murni) tercukupi dibutuhkan 30 mililiter air per kilogram berat badan. Secara umum, konsumsi air per orang minimal 1,5-2 liter per hari (8-10 gelas per hari). Perempuan hamil, ibu menyusui, orang berolahraga, serta orang di lingkungan dingin butuh lebih banyak. Konsumsi air itu ”disebar” sepanjang hari mulai dari minum setelah bangun tidur hingga malam hari.

Air yang aman diminum adalah yang tidak berwarna, berbau, atau berasa. Selain itu, air tidak boleh mengandung zat berbahaya, tidak tercemar pestisida, jamur, logam, dan bahan lain yang berbahaya bagi tubuh. Di perkotaan yang berpenduduk padat, air kadang tercemar sehingga menimbulkan berbagai penyakit, mulai dari diare sampai keracunan. Jika diukur keasamannya, pH air berkisar 6-8. Cairan lain, seperti kopi atau teh, yang menjadi favorit masyarakat tidak dapat menggantikan peran air murni.
Menjaga keseimbangan air dalam tubuh menjadi penting karena dalam kerja tubuh, air dikeluarkan kembali dalam bentuk air seni sekitar 1 liter per hari, melalui keringat dan saluran napas sekitar 1 liter (tergantung suhu udara), dan sebagian lain terbuang bersama tinja. Aktivitas, kondisi tubuh saat sakit seperti demam, kelembapan udara juga ikut memengaruhi pengeluaran air dalam tubuh. Orang yang di daerah dingin, misalnya, lebih butuh air banyak karena cukup besarnya penguapan.

Kurangnya air dalam tubuh jangan dianggap enteng. Kekurangan air tubuh 1 persen menimbulkan rasa haus dan gangguan suasana hati (mood). Kekurangan 2-3 persen stamina turun, hingga 4 persen turunkan kemampuan fisik sampai 25 persen. Bahkan, bisa pingsan jika kekurangan air mencapai 7 persen. Kekurangan asupan cairan, khususnya air, meningkatkan risiko penyakit batu ginjal, infeksi saluran kencing, kanker usus besar, konstipasi, obesitas, stroke pembuluh darah otak, dan gangguan lain. Jika kandungan air dalam organ tubuh menurun, fungsi organ berkurang dan lebih mudah terpapar bakteri atau virus.

Sebaliknya, terlalu berlebihan minum air juga berdampak buruk. Misalnya, gangguan keseimbangan elektrolit, antara lain, konsentrasi sodium turun hingga level membahayakan. Padahal, elektrolit digunakan sel untuk memindahkan cairan dan mengirimkan pesan saraf ke dalam dan keluar sel dan pada akhirnya ke seluruh tubuh. Akibatnya, tubuh tidak berfungsi dengan baik. Jika tidak ditangani, bisa muncul gejala mual, pusing, otot lemah, hingga kondisi fatal.

Cara praktis dan mudah mengetahui kadar hidrasi tubuh ialah dengan memeriksa warna urine sendiri. Urine yang berwarna pucat, tidak berbau seperti warna air lemon menunjukkan status hidrasi baik. Namun, warna urine oranye (gelap) dan berbau menyengat menandakan tubuh kurang cairan.
”Semua urine dapat digunakan asal bukan urine pagi saat bangun tidur. Yang paling baik ialah menggunakan mid-stream urine, yakni urine yang keluar di pertengahan saat kita berkemih,” kata Rachmi. Namun, terkadang warna urine dipengaruhi obat atau diet tertentu. Orang yang mengonsumsi vitamin B-Kompleks, misalnya, urine akan lebih kuning.

Untuk memperbaiki gangguan kekurangan air yang meluas di masyarakat, Hardinsyah berpandangan, gizi seimbang yang dipromosikan pemerintah perlu menambahkan air sebagai salah satu unsurnya. Selama ini, perhitungan nilai gizi lebih cenderung dikaitkan dengan makanan padat. Memasukkan air dalam pola makan akan memberikan dampak besar terhadap perbaikan kesehatan masyarakat.

foto : tipskesehatan.web.id
sumber : health.kompas.com

Water Treatment Plant ( WTP )

On 00.21


Water Treatment

  • Sewage Treatment Plant ( STP) / Limbah / Water Recycling. 
  • Filter Sand / Carbon / Multi Media. 
  • Softener and Ion Exchange / Demineralizer untuk pemurni air campuran produksi. 
  • Ultra Violet System untuk pembunuh bakteri pada udara atau ruangan untuk menciptakan ruang steril serta menghasilkan air minum yang cepat, sehat dan murah. ( lebih murah dari merebus ) . 
  • Reverse Osmosis untuk menghasilkan air murni sebagai campuran produksi, air murni untuk boiler agar tercipta penghematan energi listrik serta air minum yang sehat dan hemat. 
  • Ozone Generator. 
  • Water Treatment Plant / Clarifier untuk pengolahan air sungai atau danau. 
  • Sand Trap. 
  • SEBA – Hydrometer : Automating Water Level Recording untuk Sumur Pantau. Pipa PE / PP / HDPE / PVDF anti korosi, chemical resistant, anti scaling, tahan panas, steril. 


PRODUCT

FILTRATION ( PENYARINGAN)
Proses penyaringan dapat digunakan secara langsung atau tidak langsung dalam proses pengolahan air. Dalam berbagai proses pengolahan air, penyaringan merupakan satu-satunya proses yang diperlukan. Selain itu, penyaringan bisa juga merupakan tahap pertama dari suatu proses pengolahan air yang cukup rumit. Berbagai peralatan untuk penyaringan air yang dapat kami sediakan adalah sebagai berikut.

• Sand Filter
• Multimedia Filter
• Carbon Filter
• Iron Filter
• Cartridge Filter
• Ultra Filtration ( UF)

ION EXCHANGE ( PENUKARAN ION)
Teknologi penukaran ion sebetulnya sudah digunakan selama bertahun-tahun dalam industri. Dalam perkembangannya, sekarang ini ada berbagai macam resin yang terdapat di pasaran untuk berbagai kebutuhan dan sistem regenerasi. Dengan demikian, memungkinkan adanya penghematan dalam investasi dan biaya operasional. Peralatan penukaran ion yang paling sederhana digunakan di dalam softener dan yang lain adalah Double Bed Demineralizer serta Mix Bed Demineralizer.

• Softener
Softener merupakan peralatan untuk menghilangkan kandungan ion kalsium ( Ca) dan magnesium ( Mg) dari dalam air. Dengan cara ini, kadar kesadahan ( hardness) air. Prosesnya adalah menggantikan ion Ca dan Mg dari dalam air baku dengan ion natrium ( Na) . Apabila softener telah melaksanakan tugasnya dengan baik, maka perlu dilakukan penambahan ion Na. Proses ini disebut sebagai regenerasi. Sumber ion Na adalah garam. Proses regenerasi dapat dilakukan dengan manual atau automatis ( berdasarkan waktu atau volume air produk)

• Double Bed Deminerlizer
• Mix Bed Demineralizer
Untuk menghilangkan kadar ion-ion lain dari dalam air, selain ion Ca dan Mg, maka peralatan yang dapat digunakan adalah Double Bed Demineralizer atau Mix Bed Demineralizer. Resin penukar ion positif dan ion negatif dimasukkan ke dalam dua tangki yang berbeda di dalam Double Bed Demineralizer. Sementara pada Mix Bed Demineralizer, kedua jenis resin penukar ion tersebut dimasukkan di dalam satu tangki yang sama.

Prosesnya menggunakan resin yang dapat menukar ion negatif ( anion) dan ion positif ( kation) dari dalam air. Dengan cara ini, akan diperolah air dengan kemurnian yang jauh lebih tinggi daripada air baku. Proses regenerasi pada Double Bed Demineralizer dan Mix Bed Demineralizer dapat dilakukan dengan manual atau automatis berdasarkan waktu atau kadar zat padat terlarut dalam air produk) .

REVERSE OSMOSIS ( RO)
Teknologi Reverse Osmosis atau biasa disingkat Ro merupakan teknologi yang paling cepat berkembang dalam pengolahan air. Sejak lama teknologi ini digunakan untuk menghasilkan air yang dapat digunakan sebagai sumber air minum dari hampir semua jenis air baku. Teknologi RO menggunakan membran khusus dan proses tekanan tinggi sehingga memungkinkan terjadi pemisahan berbagai unsur terlarut dari dalam air. Metode ini dapat menghasilkan air minum yang sesuai dengan baku mutu organisasi kesehatan dunia atau WHO ( World Health Organization) . Sistem RO yang dapat kami sediakan dapat digunakan dalam berbagai jenis air baku sebagai berikut.

• Tap Water ( Air PAM atau Air Sumur)
• Brackish Water ( Air Payau)
• Sea Water ( Air Laut)

DESINFECTION

• Chlorination
• Ultraviolet ( UV)
• Ozonation

CLARIFIER/ SEDIMENTATION TANK

• Rectangular Clarifier
• Tube Settler
• Inclined Plate Settler

OIL WATER SEPARATOR

• Corrugated Plate Interceptor ( CPI)
• Oil Trap
• Grease Trap

WATER TREATMENT PLANT

• Surface Water Treatment ( air sungai, air danau, air laut)
• Deep Well Water Treatment ( air sumur dalam)
• Deep Well Installation ( pengeboran sumur dalam)
• Waste Water Recycle ( daur ulang air limbah)

Perusahaan kami menerima jasa dan pembuatan :Water Treatment Plant ( WTP ) , Reverse Osmosis ( RO ), Filter Air dan media filter

Rabu, 13 Agustus 2014

Air Kuning dan Solusinya

On 23.58

Air kuning dan bau memang menjadi masalah di beberapa daerah seputar DKI Jakarta. Banyak keluhan adanya air kuning, bau besi atau bau karat, serta mengandung zat besi (Fe) yang jumlahnya diambang batas PDAM/PAM. Umumnya, keluhan sebagian warga disebabkan air kuning ini menimbulkan kerusakan jika digunakan untuk mencuci. Jika digunakan untuk mencuci baju, warna baju yang awalnya putih bisa berubah menjadi kuning. Bahkan jika digunakan untuk mengepel lantai kamar mandi atau mobil bisa menyebabkan warnanya berubah menjadi kekuningan.
Munculnya air kuning ini tentu merugikan banyak pengguna air yang telah mencoba pengeboran air tetapi tidak berhasil. Memang, di beberapa daerah tertentu, tanahnya memiliki kontur tanah berbatu. Inilah yang menyebabkan beberapa perusahaan pengeboran lokal tidak dapat mengatasi masalah tersebut kerena keterbatasan alat-alat pengeboran yang dimilikinya.
Penyebab munculnya air kuning
Timbulnya air kuning dan keruh disebabkan karena kadar zat besi (Fe) atau mangan(Mg) yang berlebihan pada air. Akibatnya, terjadi endapan pada bak atau tempat penampungan. Terjadi pula penyumbatan pipa intalasi sehingga debit air mengecil. Masalah ini juga menyebabkan perabot rumah tangga pun menjadi rusak karena adanya plak berwarna kuning hitam. Jika digunakan untuk mencuci pakaian, air kuning ini menyebabkan warna pakaian menjadi kusam. Masalah air seperti ini tentu membuat kita menjadi pusing. Tinggal di wilayah ini menjadi tidak nyaman, pengeluaran pun menjadi bertambah untuk membeli air di pedagang air keliling
Ciri air kuning yang mengandung zat besi   
Ciri umum air yang mengandung zat besi dan mangan yaitu berwarna kuning, keruh, dan mengandung bau tidak sedap atau bau besi. Terkadang keluar air jernih dan beberapa saat kemudian berubah warna. Selain itu, kondisi air terasa sedikit licin, rasa di lidah tidak enak, dan jika digunakan untuk mandi menjadi lengket di badan. 

cara mengatasi air kuning
Cara mengatasi air kuning
Asal ada niat, di situ ada jalan. Masalah air kuning memang tidak bisa dihindari jika mengandalkan ketersediaan air dari pihak tertentu.  Setidaknya, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi air kuning. Dengan menjalankan beberapa cara ini, masalah air kuning yang mengganggu urusan rumah tangga ini bisa diatasi. Berikut beberapa cara yang busa digunakan.
Mengatasi air kuning dengan areasi
Zat besi (Fe) dapat dihilangkan dari dalam air dengan melakukan oksidasi menjadi Fe(OH)3 yang tidak larut dalam air. Selanjutnya dilakukan proses pengendapan dan penyaringan. Proses oksidasi dilakukan dengan udara biasa, yang disebut aerasi. Aerasi dilakukan dengan cara memasukan udara dalam air yang membuat kadar besi dalam air mengendap ke bawah. Hasilnya, kotoran akan menempel di bak penampungan atau toren air. Kelemahannya, endapan kotoran harus rajin digosok dan dibersihkan agar mudah dibuang.
Mengatasi air kuning dengan teknik sedimentasi
Sedimentasi adalah proses pengendapan partikel-partikel padat yang tersupsensi dalam cairan atau zat cair karena pengaruh gravitasi. Sedimentasi dapat berlangsung sempurna pada danau yang airnya diam atau wadah air yang dibuat sedemikian rupa sehinga air di dalamnya dikondisikan diam. Sedimentasi dapat berlangsung pada setiap bagian air. Biaya pengolahan air dengan proses sedimentasi relatif murah karena tidak membutuhkan peralatan mekanik maupun penambahan bahan kimia. Kegunaan sedimentasi ini yaitu mereduksi bahan-bahan tersupsensi (penyebab kekeruhan) dari dalam air dan dapat berfungsi pula sebagai reduksi kandungan organisme atau patogen tertentu dalam air.
Mengatasi air kuning dengan bahan kimia
Banyak jenis bahan kimia yang dapat digunakan untk menurunkan zat besi, di antaranya polimer alumunium clorid, kaporit, dan tawas. Cara penggunaannya bisa dibaca pada petunjuk pemakaian bahan kimia tersebut.
Mengatasi air kuning dengan teknik penyaringan atau filtrasi
Cara teknik Penyaringan Air atau Penjernihan Air terbukti paling efektif dan ampuh karena sudah terbukti melalui riset di masyarakat. Teknik filter, penjernih, atau penyaring air ini sangat efektif dan efesien dari waktu, biaya, dan hasil. Banyak para pengusaha telah menyediakan alat-alat pengolahan air bersih dan air minum. Adapun merek filter air/penjernih air/penyaring air di Indonesia sangat beragam. Beberapa di antaranya mengunakan media aktif carbon furex untuk menetralisir kadar zat besi dan zat mangan dalam air. Sistem penyerapan filter ini sampai 100%
Media aktif carbon Propex lebih baik dibandingkan karbon aktif batu bara, manganesand greensand, zeloit, silica, pasir katif, calgon, dan alkali. Media aktif karbon Propex teknology Jepang dan terbukti 10 kali lipat lebih tahan. Tentunya, harga menjamin kulitas dan harga produk ini lebih mahal dibandingkan media lainnya. 
Nah, itulah beberapa cara mengatasi air kuning. Memang, diperlukan usaha lebih untuk meyiasati masalah air kuning tersebut. Jika Anda ingin mendapatkan air bersih seperti air pegunungan Hubungi kami untuk Solusi Air Anda Telp 0813 80619948 Pin BB 27CBA436

Peran Air Dalam Tubuh Manusia

On 23.00

Air merupakan zat yang sangat penting bagi tubuh karena 70 persen tubuh kita berupa air. Fungsi air dalam tubuh adalah sebagai pengatur suhu tubuh, melembabkan jaringan mulut, mata, dan hidung, pelumas sendi, serta melindungi organ dan jaringan tubuh.

Keberadaan air turut membantu meringankan beban kerja ginjal dan hati dengan melarutkan sisa-sisa metabolisme, mencegah sembelit atau susah buang air besar, membantu melarutkan mineral dan zat gizi agar dapat dimanfaatkan tubuh dan membawa zat-zat gizi dan oksigen ke dalam sel.

Kurangnya asupan cairan berimplikasi besar pada meningkatnya risiko berbagai penyakit, seperti batu ginjal dan infeksi saluran kencing, kanker usus besar dan saluran kencing, obesitas pada anak dan remaja, tekanan darah tinggi (hipertensi), sumbatan pembuluh darah vena, hingga jantung koroner.

Luciana mengatakan, keluarnya cairan dari dalam tubuh dapat terjadi dengan disadari, seperti melalui urine dan feses, atau tanpa disadari melalui napas dan keringat. Rata-rata jumlah air yang dikeluarkan manusia dewasa sebanyak 2.200-2.700 mililiter (ml). Jumlah terbesar berasal dari urine sebanyak 1.200-1.500 ml dan keringat 500-600 ml.

Jumlah air yang keluar dari tubuh sangat dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, luas permukaan tubuh, suhu dan kelembaban lingkungan, aktivitas fisik atau olahraga, serta penyakit yang diderita seseorang.
Kebutuhan air paling tinggi terdapat pada kelompok usia 25-55 tahun, yaitu mencapai 35 ml per kilogram berat badan. Artinya, seseorang yang berusia 30 tahun dan memiliki berat badan 60 kilogram, maka kebutuhan airnya per hari mencapai 2.100 ml atau setara 8-10 gelas belimbing.

Mereka yang lebih besar berat badannya, kebutuhan airnya lebih tinggi dibanding yang kurus. Untuk mereka yang lebih muda atau yang berusia lebih dari 55 tahun, kebutuhan airnya lebih sedikit.
Asupan air ini dapat diperoleh melalui minuman dan makanan, khususnya yang berserat dan berair.

Metabolisme tubuh sebenarnya juga menghasilkan air, tetapi jumlahnya sangat kecil, 11-14 persen dari kebutuhan air total. Kekurangan inilah yang harus dipasok dari minuman dan makanan.
sumber : health.kompas.com

Dehidrasi Memperngaruhi Suasana Hati

On 22.42

minum-air

Anda perlu waspada saat letih datang, sulit berkonsentrasi, dan tak ada gairah untuk menyelesaikan aktivitas yang harus segera diselesaikan. Bisa jadi itu merupakan gejala awal dehidrasi, yaitu kurangnya cairan tubuh. Dehidrasi ringan bisa memengaruhi kinerja, kemampuan kognitif, dan suasana hati.
Penelitian yang dilakukan ahli hidrasi dan kinesiologi Universitas Connecticut, Amerika Serikat, Lawrence E Armstrong, dan ahli neurokognisi dari Institut Kedokteran Lingkungan, Pusat Penelitian Angkatan Darat AS di Natick, Massachusetts, Harris R Lieberman, tahun lalu, menunjukkan, dehidrasi ringan bisa mengurangi kemampuan berpikir, berkonsentrasi, kemampuan mengingat, hingga memacu emosi yang mengganggu suasana hati (mood).
Dosen Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan anggota Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia, Saptawati Bardosono, beberapa waktu lalu, mengungkapkan, dampak dehidrasi terhadap kemampuan kognitif dan suasana hati lebih rentan bagi perempuan dibandingkan laki-laki.
Saat cairan tubuh berkurang 1,3 persen, gangguan kognitif dan suasana hati sudah terjadi pada perempuan. Dalam kondisi ini, perempuan menjadi lebih cepat lelah, mudah marah, bingung, mengantuk, hilang konsentrasi, pusing, dan kesulitan dalam menyelesaikan tugas.
Bagi laki-laki, gangguan itu muncul saat kekurangan cairan tubuh mencapai 1,5 persen.
”Perempuan lebih rentan terhadap dehidrasi karena memiliki komposisi lemak lebih tinggi dibanding pria. Adapun pria memiliki komposisi otot yang lebih tinggi. Selain itu, komponen air pada perempuan lebih rendah dan ada faktor hormonal yang membuat mereka lebih sensitif terhadap kekurangan cairan,” kata dokter spesialis gizi klinik sekaligus dosen Departemen Ilmu Gizi FKUI, Luciana B Sutanto.
Persentase tingkat dehidrasi sama dengan persentase penurunan berat badan. Dehidrasi 1 persen sebanding dengan lari kecil di atas treadmill selama 40 menit. Adapun dehidrasi 2 persen sebanding dengan 2 x 40 menit lari kecil di treadmill, demikian seterusnya.
Berkurangnya tingkat konsentrasi dan terganggunya suasana hati juga muncul pada mereka yang berpuasa minum selama 23 jam. Kurangnya cairan tubuh juga menimbulkan kecemasan berlebihan dan turunnya semangat beraktivitas.
Tanda dehidrasi
Saptawati mengatakan, tanda paling mudah untuk mengenali dehidrasi ringan hingga sedang adalah mulut kering dan lengket, mata kering, otot lemah, sakit kepala, serta pusing atau silau saat melihat sinar.
Hal itu juga dapat dilihat dari jumlah dan warna urine yang dikeluarkan. Makin sedikit urine yang dikeluarkan, potensi dehidrasi semakin tinggi. Semakin kuning pekat warna urine yang dikeluarkan, tanpa konsumsi obat-obatan atau makanan tertentu, maka kekurangan cairan semakin parah.
Gejala dehidrasi berat ditunjukkan oleh rasa haus berat, sangat mengantuk dan bingung, tubuh juga tidak mengeluarkan keringat, kulit terasa kering dan elastisitasnya berkurang. Tanda lain adalah mata cekung, tubuh menggigil, tekanan darah rendah, nadi cepat, hingga hilangnya kesadaran.
Semakin besar tingkat dehidrasi, implikasinya makin fatal, bahkan bisa mematikan.
”Parahnya, sepertiga orang menyalahartikan rasa haus yang dialaminya sebagai rasa lapar,” ujar Saptawati. Saat merasa pusing, orang cenderung mencari makanan, bukan segera minum.

sumber : health.kompas.com

Filter Air HYDRO Sudah Dapat Hak Paten

On 21.59

Berbicara tentang alat penjernih air, sudah tahukah anda bahwa filter air HYDRO sudah resmi di paten kan di Departemen Kementrian Hukum dan HAM? Jika anda belum tahu, maka saatnya anda membaca artikel ini lebih lanjut.

Tahun 2010, HYDRO sudah mendaftarkan diri di Direktorat Hak Cipta dan Hak Kekayaan Intelektual dan sudah terdaftar di nomor A00 201003295 sebagai alat penyaring air dengan spesifikasi yang juga sudah terdaftar dan ikut di patenkan.
Filter Air HYDRO Sudah Paten
Filter Air HYDRO Sudah Paten
Anda mungkin pernah menemukan atau mungkin hampir keliru dengan filter air HYDRO dengan penjernih air kompetitor lain. Hal itu terjadi dikarenakan persaingan industri alat penyaring air di Indonesia yang sangat ketat,s ehingga banyak sekali kompetitor lain yang memproduksi filter air ini yang hampir atau bahkan sangat mirip dengan produk HYDRO.

Tapi kami sangatlah yakin kalau anda adalah calon konsumen yang cerdas, bahwa produk tiruan tidaklah bisa sesempurna produk aslinya. Meski secara fisik terlihat sama, tetapi kualitas yang akan membedakannya.